Kamis, 02 Januari 2014

mengapa ?



MENGAPA HARUS SEMPURNA ?
Sempurna, hal itu hanyalah sesuatu yang dimiliki Allah SWT. Namun, mengapa di dunia ini banyak orang yang menilai seseorang dari sempurna atau tidaknya orang tersebut. Apakah kesempurnaan yang dimiliki oleh seorang manusia hanya dilihat dari segi pintar, kaya, cantik, putih, tinggi, tampan, langsing orang tersebut?
Setiap manusia terlahir tanpa pernah tahu akan seperti apa dirinya kelak. Setahap demi setahap dijalani dengan berbagai proses kehidupan yang ada. Lika-liku kehidupan yang dihadapi terus menghampiri diri. Apakah kita bisa menghindarinya? Semua telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tak ada satupun manusia yang bisa terhindar dari apa yang telah Tuhan berikan. Tetapi, kita sebagai hambanya dituntut untuk terus memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Terlebih jika hal itu dilakukan karena Allah SWT.
Tetapi, saat ini di era globalisasi manusia dituntut melakukan sesuatu dengan sempurna. Untuk beberapa orang mungkin itu hal yang biasa. Namun, sebagian lainnya tidak berpendapat demikian. Tuntutan kesempurnaan itu seperti melunuturkan semangat sebagian orang dibawah hujan badai. Seperti melapukkan semangat dibawah sengatan sinar matahari. Apakah kesempurnaan kita di dunia yang hanya terpaku pada penampilan, kemampuan  akademik, dan yang lainnya. Tetapi melupakan kewajiban kita terhadap tuntutan agama. Apakah hal itu akan menjamin kita bisa selamat dunia dan akhirat? Apakah bisa?.
Saat ini, jarang sekali ditemukan manusia yang malu jika tidak menjalankan apa yang telah agama perintahkan. Tetapi, banyak sekali manusia yang malu jika tidak mendapatkan nilai akademik yang tinggi, berwajah biasa-biasa saja, tidak kaya, ataupun yang lainnya. Malu jika tidak jalan dengan mobil pribadi. Padahal itu semua hanyalah hal yang bersifat sementara. Tidak ada yang abadi. Yang abadi hanyalah iman dan taqwa kita sebagai penyelamat kita di hari akhir kelak.
Prestasi kita dalam berbagai hal tidaklah ada artinya jika tidak di kombinasi dengan prestasi kita dalam ilmu agama. Jadi, jika kita bisa memiliki kedua hal tersebut, apakah kita bisa dikatakan sebagai insan yang sempurna?. Tidak! karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT. Tetapi, janganlah kita merasa malas untuk terus berusaha memperbaiki diri. Jadilah manusia yang bisa bermanfaat untuk orang lain dan janganlah memaksa diri untuk menjadi yang sempurna. Tetapi tetaplah berusaha melakukan yang terbaik untuk menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik. 

ungkapan hati sahabat



PERSAHABATAN
Persahabatan adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang saling memahami dan mengerti satu dengan yang lainnya. Persahabatan juga banyak menghasilkan berbagai cerita di kehidupan manusia. Sedih, senang, duka, ataupun lara pasti didapatkan dalam menjalin hubungan persahabatan.
Sahabat adalah orang terdekat bagi beberapa manusia yang dapat memahami segala yang ada pada diri sahabatnya. Namun sahabat juga dapat menjadi orang yang paling menyakitkan bagi beberapa orang karena tak bisa menjaga hubungan tersebut dengan baik. Beberapa orang terkadang menganggap mempunyai sahabat itu menyenangkan, tetapi beberapa diantaranya juga menganggap bahwa mempunyai sahabat itu bukanlah hal yang menyenangkan. Tetapi itu semua kembali lagi kepada setiap individu yang menjalani hubungan persahabatan tersebut.
            Tidaklah mudah untuk kita menemukan sahabat sejati. Sebab, tak semua orang dapat kita percaya. Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada orang yang bisa menjaga sebuah rahasia, tetapi ada juga yang tidak bisa menjaga rahasia. Dalam menjalin hubungan persahabatan yang baik itu sangat dibutuhkan kepercayaan dan kejujuran di antara kedua belah pihak. Karena tak dapat dipungkiri, saat kita menganggap seseorang sebagai sahabat, kita akan menceritakan beberapa hal yang terjadi di hidup kita.
            Sahabat yang baik adalah seseorang yang bisa menjadi penyemangat untuk hidup kita di saat kita putus asa, seseorang yang bisa memberikan motivasi  di saat kita terjatuh dalam keterpurukan, serta menjadi seseorang yang bisa menjaga kepercayaan yang telah sahabatnya berikan  kepadanya. Dan sahabat yang kurang baik adalah sahabat yang hanya berpura-pura baik di hadapan sahabatnya dengan tujuan  hanya ingin mendapat pujian dari orang lain.
            Jadi, sebelum kita ingin menjalin hubungan persahabatan dengan seseorang hendaklah mempunyai niat yang tulus untuk menjalani hubungan tersebut. Karena jika hubungan itu hanya dijalani tanpa niat yang tulus kemungkinan besar tak akan terjalin hubungan yang baik untuk kedepannya. Kepercayaan, Kejujuran, bahkan kesetiaan itulah tiga pilar utama yang harus kita jadikan petunjuk dalam menjalin persahabatan agar terjalin persahabatan yang abadi.
            “Sahabat yang baik adalah yang mampu memberikan angin segar, mrngusir semua kesedihan, dan menggantinya dengan keceriaan untuk sahabatnya”

dibacaa yaah



Guruku Pahlawan Pengetahuanku
          Guru, siapa yang tak mengenal profesi itu? Profesi yang sangat mulia, sangat bermanfaat, dan sangat berjasa dalam kehidupan manusia. Guru adalah seseorang yang sangat berjasa  dalam  pembentukan karakter, mental, dan pola pikir generasi penerus bangsa agar menjadi lebih baik. Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa setelah kedua orang tua. Banyak hal yang guru berikan kepada generasi penerus dalam memaknai arti kehidupan.
            Senin hingga Sabtu adalah hari-hari yang Ibu dan Bapak Guru gunakan untuk mengabdikan diri kepada negara sebagai seorang pengajar di sekolah. Dari pagi hingga sore memberikan ilmu pengetahuan yang telah didalami oleh mereka untuk siswa dan siswinya tanpa memperlihatkan  lelahnya raga mereka. Mata pelajaran demi mata pelajaran, jam demi jam dilewati dengan rasa semangat agar siswa  dan siswinya pun memiliki rasa semangat belajar walaupun pada  saat jam siang yang membuat para siswa dan siswi biasanya mengantuk.
            Dalam pembelajaran, Bapak dan Ibu Guru selalu memberikan materi-materi yang menarik, dan sangat membutuhkan pemahaman logika yang baik. Tetapi, hal itulah yang dapat membuat para pelajar bisa memiliki pemahaman dan wawasan yang lebih luas lagi. Dalam penyampaian materi tersebut Bapak dan Ibu Guru juga tidak hanya menuntut para siswa untuk diam saja melainkan para siswa diharuskan juga untuk ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Canda dan tawa tak luput dari kegiatan belajar di sekolah tetapi siswa juga harus tetap fokus terhadap materi yang menjadi bahan ajar.
            Namun, dizaman sekarang ini telah banyak para pelajar yang melanggar kewajiban mereka sebagai seorang pelajar. Melainkan hanya menuntut hak mereka saja tanpa ada kerja dan usaha yang berarti. Walaupun hal itu sudah sering terjadi, namun Bapak dan Ibu Guru tak pernah lelah memberikan siswa dan siswinya menganai arti penting ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.
            Pelanggaran-pelanggaran yang pelajar lakukan dizaman sekarang ini nampaknya sudah menjadi budaya. Tidak ada rasa malu yang hadir didalam diri beberapa pelajar untuk melakukan berbagai hal yang bersifat melanggar tersebut. Hanya menjadikan “pelajar” sebagai profesi tetapi tak benar-benar menjalani hak maupun kewajibannya sebagai seorang pelajar.
            Dengan usaha dan kerja keras serta ketulusan dalam memberikan berbagai ilmu pengetahuan yang telah Bapak dan Ibu Guru berikan kepada siswa maupun siswinya, hendaklah kita mengikuti aturan yang ada agar tercipta kerja sama yang baik antara pelajar dan pengajar sehingga menjadikan sistem Belajar mengajar itu sendiri menjadi lebih berkualitas.
           

Rabu, 01 Januari 2014

TIPS N TRICK

TIPS
A.   Untuk Pembelajaran di Sekolah
1.    Konsentrasi dan fokus
Dalam mata pelajaran apapun Anda diwajibkan untuk berkonsentrasi dan fokus. Dengan berkonsentrasi Anda akan melatih otak Anda untuk lebih cepat menangkap materi yang diberikan. Fokus berguna untuk mencari celah kejanggalan dari materi tersebut sehingga dapat menimbulkan pertanyaan dalam pikiran Anda.
 
2.    Dengarkan
Selain konsentrasi Anda harus mendengarkan dengan seksama materi yang diterangkan.
 
3.    Beri perhatian penuh
Anda harus memberi perhatian penuh kepada apa yang diucapkan oleh guru Anda. Sebagai imbalannya Anda dapat cepat memahami pertanyaan yang dilontarkan oleh guru Anda. Dan tentunya itu akan memberi Anda nilai plus di mata guru dan teman-teman Anda.
 
4.    Jangan bicara sendiri!
Aduhh.. Jika ingin beralih status menjadi murid berprestasi segera hilangkan sikap yang satu ini. Guru benci dengan murid yang kemampuannya standart bahkan dibawah rata-rata malah membuat kelas menjadi gaduh. Hal tersebut malah akan membuat citra negatif pada diri Anda. Lebih baik Anda tidak paham materi namun diam daripada membuat kelas gaduh namun nyatanya tong kosong.
 
5.    Don’t be lazy!
Tidak ada seorang pemalas yang berhasil. Maka dari itu Anda harus meninggalkan sikap buruk ini jauh-jauh. Malas hanya akan membuat Anda semakin tertinggal padahal tanpa Anda ketahui teman-teman Anda justru sedang berusaha belajar lebih giat.
 
6.    Catat semua materi pelajaran
Mencatat materi pelajaran telah membuat Anda melakukan tiga hal sekaligus karena dengan mencatat berarti Anda sedang mendengar, menulis dan berpikir.
 
7.    Angkat tanganmu
Di setiap mata pelajaran setidaknya Anda harus memiliki sebuah pertanyaan untuk gurumu. Hal itu adalah bukti bahwa Anda telah berusaha memahami materi yang baru diajarkan. Lebih baik lagi apabila Anda dapat menjawab pertanyaan dari guru Anda. Setidaknya dengan melakukan hal ini Anda telah menabung nilai hohoho ^.^
 
B.   Untuk Pembelajaran di Rumah
 
1.    Sediakan satu buku kosong
Saya sarankan Anda menyediakan buku kecil yang cukup tebal dan pada halaman pertama Anda tuliskan “Saya senang belajar” *untuk memotivasi saja :D
Buku tulis tersebut sebagai catatan tunggal yang berfungsi untuk mencatat semua jenis mata pelajaran yang diterangkan dan dituliskan guru Anda. Eitss, jangan salah! Buku itu memang bukan segalanya, namun buku itu akan menjadi segalanya bagi Anda. Sebaiknya Anda mencatat seluruh ucapan dan tulisan di papan tulis (termasuk tulisan yang Anda anggap sebagai coret-coretan tidak penting dari guru Anda).
Dalam buku ini HARAM untuk dihias macam-macam (berhias bolpoint berwarna warni atau stabilo). Materi pelajaran yang Anda dapat cukup Anda susun dengan rapi sehingga dapat dimengerti oleh diri Anda.
 
2.    Salin kembali materi pelajaran dari buku catatan tunggal
Di rumah, Anda wajib menyalin ulang seluruh catatan yang tadi Anda catat. Kini catatlah pada buku catatan di masing-masing buku mata pelajaran milik Anda. Di buku original tersebut Anda WAJIB menghiasnya dengan bolpoint warna atau stabilo. Susunlah dengan rapi dan semenarik mungkin. Mengapa? Hal tersebut dapat membuat Anda betah berlama-lama berhadapan dengan buku catatan Anda.
 
3.    Pelajarilah pada malam hari sebelumnya
Anda pasti pernah menjumpai ada teman Anda yang dapat menjawab pertanyaan yang belum pernah diajarkan. Ya, asal tau saja rahasia mereka adalah dengan mempelajari pada malam sebelumnya. Jangan lupa, orang yang pintar adalah karena ia tahu lebih dahulu.
 
Sepertinya hanya itu saja. Dalam hal ini  Anda harus selalu semangat dan tidak pantang menyerah. Hal terpentingnya adalah Anda perlu mendapat izin Tuhan atas kerja keras Anda sehingga jangan lupa berdoa.
 
AYAH DAN BUNDA
            Ayah dan Bunda, siapa yang tak memiliki mereka? dua orang yang sangat berarti bagi setiap insan manusia. Kasih sayang selalu mereka berikan kepada anak-anaknya. Dua orang yang selalu berusaha memberikan kebahagiaan utuk buah hatinya. Tak pernah terbesit amarah oleh mereka kepada anak-anaknya walaupun lelah raganya.
            Ayah, adalah seseorang yang banyak memberikan inspirasi kepada anak-anaknya. Sosok yang berwibawa, bijaksana, melatih anak-anaknya untuk menjadi seseorang yang berkarakter baik. Didikan etika dan moral selalu Ayah berikan kepada buah hatinya. Disalurkannya dengan canda, tawa, dan kasih sayang. Itulah ayah, seseorang yang tak pernah lelah untuk bekerja keras demi menafkahi keluarganya. Tak kenal siang ataupun malam, ayah selalu berusaha memberikan  yang terbaik untuk keluarganya.
            Begitupun halnya dengan seorang bunda. Sosok luar biasa yang begitu berjasa dalam kehidupan setiap insan. Keikhlasannya dalam segala hal tak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun. Kehadirannya sebagai pelita dalam kehidupan memberikan warna tersendiri bagi setiap anak-anaknya. Bunda adalah seorang pahlawan kehidupan. Mengandung selama ± 9 bulan 10 hari, tak pernah seorang Bunda mengeluh akan berat dan sulitnya untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukannya sehari-hari. Kemudian melahirkan, pada saat inilah seorang Bunda harus mempertaruhkan nyawanya demi seorang anak yang akan hadir untuk menghiasi dunia ini. Menahan rasa sakit yang begitu dahsyat, tak ada dikeluhkannya. Merawat anak juga menjadi tugas berat yang harus dijalani sebagai seorang Ibunda. Tetapi, tak ada rasa lelah yang menghampiri, melainkan kebahagiaan penuh harapan-harapan yang baik terhadap anaknya kelak.
            Ayah dan Bunda mereka selalu menjadi pelita, pahlawan, dan panutan dalam keluarga. Peranan mereka sangatlah berarti dan bermanfaat untuk siapa saja. Kesabaran, ketelatenan, dan kecintaan terhadap anaknyalah yang membuat mereka selalu mampu menjadi orang yang tangguh untuk melakukan segala hal terbaik, terlebih jika itu berkaitan dengan kebahagiaan keluarganya.
            Ayah dan Bunda, mereka adalah orang-orang yang wajib dicintai, dihormati, dan dihargai. Tanpa mereka apalah arti hidup ini? Jasanya tak pernah lekang oleh waktu. Tak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun.

my parents..love their

cerpen liburan (zulfah khusnul khotimah)



ASRAMAKU, DUNIA BARUKU
Berawal dari tanggal 11 Juli 2013, aku memasuki dunia baru dalam hidupku. Dunia yang akan mendidik diriku menjadi seseorang yang hebat dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Kedisiplinan, kebersamaan, dan berbagai hal yang akan mengajariku arti kemandirian akan aku dapatkan ditempat ini, yaitu ASRAMA yang akan menjadi rumah kedua untukku mulai saat ini hingga ± 3 tahun kedepan.
            Aku buka pintu mobilku, ku pijakkan kaki di sebuah halaman, halaman yang terasa asing bagiku, berjalan langkah demi langkah menuju sebuah pendopo aku pun bertemu dengan gadis cantik yang sebaya dengan diriku. “Hallo, nama kamu siapa?”, tanyakru. “Dinda”, jawabnya sambil tersenyum. (Seiring berjalan menuju koridor asrama).
            Setelah mengisi formulir pendaftaran asrama, aku berjalan memasuki sebuah kamar dengan nomor 1113. Kamar itu terlihat sangat kusam, debu menempel di setiap sudut ruangan kamar itu. Kamar yang akan menjadi tempatku beristirahat selama ± 6 bulan.
            “Hai, nama kamu siapa?”, tanyaku kepada seorang gadis manis berhidung mancung yang akan satu kamar denganku. “Nazilla, kamu siapa?”, katanya. “ Zulfah”, jawabku. Seiring aku dan Nazilla terus bergerak membersihkan meja belajar dan tempat tidur yang akan kami gunakan selama di asrama ini. Aku dan Nazilla terus berbincang-bincang hingga akhirnya aku ketahui bahwa daerah asalnya di Kabupaten Berau tidak begitu jauh dengan daerahku yakni Pulau Bunyu.  (Pintu kamar kembali kedatangan seorang gadis cantik tetapi bergaya tomboy). “Hallo, nama kamu siapa? Sendirian? Kamu dari daerah mana?”, kembali aku bertanya. “Kiki, enggak aku dengan Bapakku, aku dari Tanah Grogot”, jawabnya. “Oh, begitu”, kataku. Dan satu lagi, gadis cantik yang tak asing bagiku. “Dinda”, kataku dalam hati. Yah, itu gadis yang bertemu denganku di halaman tadi. Berkenalan satu dengan yang lainnya itu yang kami lakukan.
Waktu, sudah menunjukkan pukul 15.00. Masing-masing dari kami beristirahat sejenak. “Permisi?”, terdengar kata itu dari luar pintu kamar kami. “Ya, silahkan masuk” jawab seorang dari kami. (2 orang gadis mengenakan PDH masuk ke kamar kami). “Ade, nama kamu siapa?”, tanya seorang kakak kepadaku. “Saya Zulfah, Kak” jawabku. Kakak itu  kemudian bertanya lagi kepada “Dinda”. Dan Dindalah yang kakak itu cari. Yang akhirnya aku dan teman-teman ku ketahui kakak itu bernama “Kak Ira” yang akan menjadi kakak asuh sementara Dinda, temanku. Dan kakak yang satunya lagi biasa dipanggil dengan sebutan “Kak A.M” yang lagi menunggu seseorang yang tidak aku ketahui siapa. Satu persatu teman-temanku didatangi oleh kakak asuh mereka, hingga akhirnya giliranku yang didatangi seorang gadis yang  berpostur mungil, cantik, dan sangat ramah. “Hallo ade, kamu ranjang nomor 1?” tanyanya padaku. “Ia Kak, saya ranjang nomor 1”, aku menjawab pertanyaan. Setelah mendengar jawaban dariku, kakak yang cantik itu bertanya siapa namaku dan berasal dari SMP mana. Aku berbincang-bincang dengan kakak itu, dan ku ketahui bahwa dia yang akan menjadi kakak asuh sementara untukku. Banyak hal yang kakak cantik itu beritahukan kepadaku mengenai peraturan-peraturan yang ada di asrama ini. Sedari tadi kami berbincang aku belum mengetahui namanya siapa. Aku bertanya, “Nama kakak siapa?”. Kakak itu tersenyum dan menjawab “Nama saya Diah Ayu Sekarputri,de. Kamu bisa panggil saya Kak Tria”.
            TENG, TENG, TENG, TENGGGGGG ! Bunyi lonceng pun terdengar. Siswi-siswi asrama keluar kamar dengan menggunakan mukena lengkap dan berjalan menuju koridor asrama 1 untuk mengambil ta’jil di ruangan pengasuhan bagi yang beragama muslim yang selanjutnya berbaris di halaman apel. Absensi pun dilaksanakan. Aku dan teman-teman berjalan bersama-sama menuju Masjid Qiwamul Ummah untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.
            Setelah melaksanakan sholat maghrib, aku kembali ke asrama dengan siswi-siswi yang lainnya. Dengan segera aku berganti pakaian untuk melaksanakan makan malam. Makan malam perdana itu adalah makan malam yang menegangkan selama hidupku. Akhirnya makan malam pun selesai, aku kembali ke asrama dan beregegas menuju masjid untuk melaksanakan sholat isya dan dilanjutkan sholat tarawih.
            TENG, TENG, TEENNGGGGG! kembali suara lonceng itu berbunyi. “ayo teman-teman”, kataku sambil keluar dari kamar. Saat tiba di halaman apel aku duduk di pinggiran halaman menunggu apel malam dilaksanakan. Setelah menunggu beberapa menit, apel malam pun dimulai, rasa ded-degan mulai menghampiri diriku, terlebih disaat kakak kelas XII menyampaikan perhatian-perhatian dari pengasuhannya. Apel malam pun selesai dan rasa deg-degan itu segera pergi dari diriku.
           
Malam semakin larut, aku terbaring di ranjangku. Ku tatap langit-langit kamarku saat itu. Kerinduan akan keluarga saat itu terasa  begitu besar. Menetes air mata dipipiku. Kedua orang tuaku, Kakak dan Adikku mengisi pikiranku malam itu. Hingga tanpa aku sadari, aku tertidur dengan lelapnya.
            KRRIINGGG, KRIINGG, KRRIING…! Alarm dikamar berbunyi. Aku terbangun dan ku sadari saat itu waktu menunjukkan pukul 02.00 WITA. Segera aku ke kamar mandi untuk mandi membersihkan diriku. Setelah selesai membersihkan diri, aku  bersiap-siap sembari menunggu lonceng makan sahur dibunyikan. Tepat pukul 02.30 makan sahur dilaksanakan. Makan sahur  saat itu aku lalui dengan bahagia, karena tak melakukan kesalahan. Makan sahur selesai, siswi-siswi asrama kembali ke kamar masing-masing. Tak dapat lagi ku pejamkan mataku ini untuk menunggu lonceng sholat subuh dibunyikan. Al-Quran lah pilihanku. Ku buka dan ku baca ayat-ayat sucinya untuk menemaniku saat dini hari itu. Tepat pukul 04.30 lonceng sholat subuh terdengar olehku, segera aku dan teman-teman keluar kamar untuk mengambil air wudhu dan dilanjutkan menuju halaman apel untuk absensi. Setelah absensi selesai aku dan seluruh siswi menuju ke Masjid Qiwamul Ummah untuk  melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh selesai aku dan siswi lainnya kembali ke asrama dan bersiap-siap untuk ke sekolah.
            “Yah, hidup seperti inilah yang harus aku jalani mulai saat ini  demi masa depanku kelak”, ujarku dalam hati. Sepulang sekolah, aku segera pergi ke masjid untuk melaksanakan  sholat zuhur. Setelah sholat, aku kembali ke asrama dan membaca buku. Azan sholat ashar pun berkumandang, aku segera mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan sholat.
            Bel pun kembali berbunyi, aktivitas malam kembali aku harus jalani. “inilah kegiatanku setiap hari, beribadah, belajar, dan menjalankan aktivitas lainnya. Setiap hari”, ujarku dalam hati. Terkecuali di hari Minggu, saatnya aku untuk mengistirahatkan tubuhku dari kegiatan yang aku jalani setiap hari. Namun, di hari Minggu ini juga diadakan yang namanya kurve tambahan, aku dan teman-teman di asrama mendapat tugas untuk membersihkan  kamar mandi, koridor, kamar, dan balkon secara bersama-sama.
            Hari-hari telah aku dan teman-teman lewati dengan berbagai kegiatan. Senang, sedih, kita lewati bersama. Walaupun, tak dapat dipungkiri perdebatan kecil sering terjadi terhadap kami. Namun, dengan adanya permasalahn  itulah aku dan teman-teman lebih merasakan arti  persahabatan, kasih sayang terhadap sesama, dan mengerti arti kehidupan tanpa adanya orang tua yang menemani.
            Kakak tingkat yang berada satu asrama denganku dan teman-teman banyak memberi kami pelajaran mengenai kedisiplinan, sopan santun, terhadap seseorang yang lebih tua daripada kami.
            Aku sangat bahagia di asrama ini, walaupun pada awalnya berat untuk menjalaninya, tetapi seiring berjalannya waktu akupun sangat menikmatinya. Yah, inilah asrama, rumah baruku, dan menjadi dunia baru dalam hidupku.